Senin, 16 Mei 2011

Produksi Toyota Indonesia,, Pulih !!!

Produksi Toyota Indonesia Ditargetkan Pulih Juni

Rabu, 11 Mei 2011 18:45 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Produksi Toyota Indonesia ditargetkan pulih lebih cepat pada Juni, setelah April-Mei beroperasi hanya sekitar 50 persen dari kapasitas terpasang.

"Pada Juni produksi Toyota di Indonesia akan pulih 100 persen," kata Wakil Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMINN) Johnny Darmawan di Jakarta, Rabu.

Hal itu diungkapkannya seiring dengan pernyataan Presdir Toyota Motor Corporation Akio Toyoda pada Rabu bahwa produksi Toyota di dunia akan pulih 70 persen pada Juni. Sedangkan di Indonesia, pihak TMMIN, kata Johnny, telah menganalisa bahwa produksi akan pulih pada Juni.

Akibat tsunami di Jepang pada 11 Maret lalu, lanjut Johnny, produksi Toyota di Indonesia mengalami penurunan akibat pasokan suku cadang dari Jepang, seperti electronic control unit (ECU) terganggu.

Pada April produksi Toyota di TMMIN turun dari 11.377 unit pada Maret menjadi 7.184 unit. TMMIN selama ini memproduksi Innova, Fortuner, dan sebagian kecil Avanza.

Pada April, produksi Innova hanya mencapai 3.939 unit atau turun dari Maret sebesar 6.335 unit, Fortuner turun dari 3.287 unit menjadi 1.936 unit, dan Avanza turun menjadi 1.309 unit dari 1.755 unit.

"Pada Mei diperkirakan produksi akan lebih tinggi dari April, karena sudah ada kepastian pasokan suku cadang dari Jepang pulih pada Juni, " ujar Johnny.

Johnny yang juga Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) memperkirakan penjualan Toyota di Indonesia juga akan mengalami kenaikan pada Mei menjadi sekitar 26 ribu sampai 30 ribu unit dari sekitar 21 ribuan

"Kami harus mengejar peningkatan produksi pada Juni dan Juli untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pasar menjelang Lebaran. Pesanan mobil Toyota sendiri selama April dan Mei sendiri juga tidak turun," katanya.

Kepala External Affair TMMIN Irwan Priyantoko menambahkan bahwa pada Juli pihaknya akan meningkatkan produksi sekitar 20 persen untuk mengantisipasi permintaan yang meningkat tersebut.

"Peningkatan produksi dilakukan dengan menambah jam kerja (lembur) sehingga produksi naik dari 420 menjadi sekitar 500  per hari atau naik 80-an unit," katanya.

Irwan mengatakan kapasitas produksi maksimal TMMIN bisa mencapai 140 ribu unit per tahun. Pada 2010 produksi TMMIN mencapai 107.220 unit.

Selain produksi mobil Toyota untuk pasar domestik di Indonesia, kata dia, TMMIN juga produksi untuk pasar ekspor ke 51 negara, antara lain ke kawasan ASEAN, Timur Tengah, Amerika Latin.

Produksi Toyota di Indonesia, kata Irwan, memberi kontribusi kurang dari dua persen dari produksi Toyota di dunia yang mencapai sekitar delapan juta unit. Produksi Toyota terbesar ada di Amerika Serikat, Jepang, dan China.

Awas! Parkir di Pinggir Jalan Akan Diderek

Jakarta (ANTARA) - Petugas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) akan menindak tegas dan menderek mobil yang parkir sembarangan di bahu jalan.

"Kendaraan tidak boleh lagi parkir di jalan, kita akan tindak tegas," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Jumat.

Baharudin mengatakan petugas kepolisian akan menderek kendaraan yang parkir di bahu jalan dan membawa ke Polda Metro Jaya.

Selain menderek kendaraan, petugas juga akan memberlakukan bukti pelanggaran (tilang) terhadap pengguna mobil yang parkir pada bahu jalan.

Perwira menengah kepolisian itu, menyebutkan Kepala Polda Metro Jaya telah memerintahkan jajaran Direktorat Lalu Lintas guna menindak tegas kendaraan yang parkir sembarangan.

"Kita berusaha melancarkan arus lalulintas, termasuk menindak kendaraan yang parkir di pinggir jalan karena mengganggu kelancaran," ujar Baharudin.

Baharudin mencontohkan petugas sudah menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di sepanjang Jalan Glodok, Jakarta Barat, sehingga kondisinya sudah tertib.

Beberapa ruas jalan yang terdapat pusat perbelanjaan kerap terlihat kendaraan parkir pada bahu jalan., seperti Salemba, Hayam Wuruk, Kebon Sirih, Senen dan Jatinegara.

Mobil Bermesin Besar Enggan Gunakan Pertamax

Bandarlampung (ANTARA)- Pengendara mobil bermesin cc besar di Bandarlampung enggan menggunakan pertamax setelah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi itu kembali naik dari Rp9.350/liter menjadi Rp9.550/liter.
Berdasarkan pantauan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bandarlampung, Senin, pengendara mobil mewah kini mulai banyak mengisi tangki kendaraannya dengan premium, meski di halaman SPBU itu terpampang spanduk yang menganjurkan penggunaan pertamax.
Misalnya di SPBU di kawasan Terminal Rajabasa Bandarlampung, mobil bermesin besar diatas 2.000 cc juga mengantre di tempat pengisian premium bersama mobil bermesin kecil lainnya.
Di SPBU di kawasan Perumnas Wayhalim Bandarlampung juga terjadi hal yang sama, yakni kendaraan pribadi bermesin besar makin enggan menggunakan pertamax dan mereka memilih menggunakan premium.
Kenaikan harga pertamax juga berdampak terhadap sebagian pengendara motor. Jika sebelumnya mereka menggunakan pertamax agar daya mesin motornya lebih besar, kini menggunakan premium karena harganya lebih terjangkau.
"Harga pertamax mahal sekali. Dulu saya pakai pertamax, sekarang tidak lagi. Sekarang ini mobil mewah pun kini pakai premium," kata Mino, salah satu pengendara motor. Ia menyebutkan menghabiskan dana Rp15.000 membeli premium untuk keperluan seminggu. "Kalau beli pertamax, tidak sampai 2 liter," katanya. Penjualan pertamax di sejumlah SPBU umumnya mengalami penurunan pascakenaikan harga BBM itu.
"Sejak kenaikan harga, penjualan pertamax di SPBU ini menurun," kata pengawas SPBU Telukbetung, Agus. Ia mengatakan, penurunan akibat mahalnya harga pertamax sehingga banyak masyarakat beralih ke premium.  "Harga pertamax terlalu mahal, jadi masyarakat yang biasa menggunakan pertamax sekarang beralih ke premium," katanya.  Sebelumnya, Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan konsumsi pertamax dan pertamax plus pada periode Januari-Maret 2011 mencapai 24.837 kiloliter atau turun 37,65 persen dibandingkan pada periode sama 2010 hanya 39.837 kiloliter. Menurut dia, semakin tingginya harga pertamax membuat konsumsi cenderung turun.

Minggu, 08 Mei 2011

Hyundai i40, Sedan Mewah dari Korea

KOREA, KOMPAS.com - Sangat unik, produsen mobil Korea Selatan Hyundai memperkenalkan produk unggulannya, i40 di ajang pameran Barcelona Motor Show 2011 yang dibukan 12 Mei ini. Sedan empat pintu ini sebelumnya sudah pernah ditampilkan di Geneva (Maret lalu) dan model ini akan menggunakan merek baru.


Dari segi desain, i40 untuk memenuhi harapan segmen Eropa. Makanya, Hyundai sengaja mempercayai merancang mobil ini pada Hyundai R&D Eropa yang bermarkas di Russelsheim, Jerman.
"Kami menggunakan garis yang kuat dari depan sampai belakang agar menjadi khas dari i40. Di sini, kami ingin beralih dari model sedan kotak menjadi sebuah mobil yang sesuai dengan sifat sporty," ungkap Kepala Perancang Hyundai Motor Europe Technical Center Thomas Burkle. Melalui penampilan soluet, tampak bagian atap yang rendah memanjang.
Jika eksterior i40 mencirikan penampilan yang khas, interiornya telah dibentuk untuk memberi kepraktisan dan kenyamanan, baik bagi pengemudi maupun penumpang.

Selasa, 03 Mei 2011

Toyota Tergelincir dari Posisi Puncak

Gempa dan bencana tsunami yang melanda Jepang, Maret lalu, dipastikan Toyota Motor Corp. (TMC)  bakal kehilangan posisi puncak sebagai produsen mobil terbesar di dunia akibat berkurangnya produksi. Toyota bisa tergelincir di urutan tiga di bawah General Motors dan Volkswagen.


Toyota mulai menduduki posisi puncak sebagai produsen mobil terbesar di dunia sejak 2008. Tahun lalu, penjualan globalnya mencapai 8,42 juta unit, sedang GM menempel dengan 8,39 juta unit. Dampak dari musibah kemarin, penjualan Toyota diprediksi hanya menuai angka tertinggi 6,3 juta sampai 7 juta unit tahun ini.
"GM dipastikan akan melebihi 8 juta unit dan Volkswagen bisa menyentuh 7 juta unit, akhirnya Toyota menduduki posisi tiga," ujar Koji Endo, Managing Director of Advanced Research di Tokyo, Jepang, seperti dilansir reuters (25/4/2011).
Tergelincirnya Toyota ini dimanfaatkan dua merek Korea Selatan Hyundai-Kia untuk meningkatkan penjualan. Bahkan indikasi peningkatan nilai saham dua merek ini diprediksi terjadi pekan ini seiring meningkatnya kepercayaan investor.
"Hyundai dan Kia jadi merek yang paling diuntungkan dalam kondisi ini. Hyundai akan fokus menggarap segmen 'atas' dan Kia punya kemampuan untuk mendongkrak pasokan ke pasar. Kombinasi yang baik untuk mengejar ketertinggalan dari Jepang," ujar Suh Sung-moon, analis dari Korea Investment & Securities di Seoul.

Mudahnya Nyetir Ferrari 458 Italia

Ferrari 458 Italia produksi 2011 sungguh luar biasa. Bagaimana tidak. Sedan supersport yang memiliki tenaga 570 tenaga kuda yang dimiliki mesin V8, oleh markas kuda jingkrak di Italia telah dipikirkan soal keselamatan pengemudi beserta penumpangnya.
Berbagai perangkat canggih dan tombol terdapat pada ruang interior, khususnya di depan pengendaranya untuk mengontrol semua sistem elektronik dan output informasi. Seperti ketika melakukan akselerasi, agar ban tidak spin, ada tombol kontrol traksi, pengatur kecepatan dan masih banyak lagi.
Pemindahaan gigi pakai paddle shift bergaya F1, agar kosentrasi pengemudi tetap terjaga.

Jejaring Sosial Kurang Sakti Jualan Mobil

ORLANDO, KOMPAS.com -  Situs jejaring sosial, seperti di antaranya Facebook, Twitter dan YouTube mampu menyihir kehidupan masyarakat perkotaan sekarang ini. Meski banyak orang menggandrungi, tapi menurut lembaga peneliti pasar RL Polk&Co and AutoTrader.com di Orlando, Amerika, tapi situs belum bisa jadi andalan dalam dunia bisnis otomotif. Dari 4.005 pembeli mobil (baik baru atau bekas) yang disurvei, hanya 3 persen  mengaku memanfaatkan situs jejaring sosial.
"Upaya kami terus memprioritaskan situs jejaring sosial tak terlalu berdampak signifikan menghasilkan uang," jelas Kevin Frye, Direktur Jeff Wyler Automotive Family (dealer mobil) di Cincinnati, AS, seperti dilansir autonews, hari ini (2/4/2011).
 

Kevin mengaku, selama empat tahun ke belakang, dealernya selalu memaksimalkan promosi melalui situs jearing sosial tapi sulit menciptakan penjualan. Meski terus dilakukan, dia meragukan dampak yang diperoleh bisa terlihat dalam waktu dekat.
Sampai kini, dealer mobil di AS terus mempelajari seperti apa pengaruh yang bisa diciptakan melalui "media baru" ini pada konsumen. Termasuk, berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk mengelolanya. Ada beberapa dealer yang percaya dengan mengelola situs ini baik untuk menjaga hubungan dan informasi ke konsumen.  Hasil penelitian di atas tak berlaku bagi semua dealer yang menggunakan situs jejaring sosial dalam memasarkan produknya.
AJ Maida, Direktur Pemasaran Digital dari Papa Chrysler-Dodge-Jeep-Ram di Connecticut, mengaku jumlah uang promosi yang dikeluarkan setara dengan pengahasilan yang diperoleh. Ia menambahkan, rata-rata penjualan dealer mencapai lima kendaraan per bulan dari konsumen di situs jejaring sosial, tercatat sejak setahun lalu. Tapi, komposisi jumlah penjualan ini tetap masih kecil dibandingkan penjualan total bulanan mencapai 2.000 unit mobil sepanjang tahun lalu.