Rabu, 25 Mei 2011

Tips Mengemudi Irit BBM ala GM


DETROIT, KOMPAS.com — Harga minyak yang terus naik membuat pemilik mobil ikut pusing. Pasalnya, harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Ternyata kondisi tersebut juga menjadi kekhawatiran produsen mobil. General Motors, misalnya, membuat artikel khusus, yaitu mengemudi irit bensin.
Produsen mobil terbesar di Amerika Serikat tersebut memberikan langkah-langkah sederhana yang mungkin sering kita hiraukan pada kondisi harian. Padahal, jika dilakukan dengan benar,  bisa mengirit bensin dan tentu saja ikut mengurangi emisi karbon.
Berikut 10 tips hemat berkendara ala GM * Pastikan mesin mobil terawat dengan baik. Sensor oksigen dan saringan udara yang bersih bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 4 persen. * Perhatikan tekanan ban! Mesti harus sesuai dengan  produsen mobil. Biasanya tertera pada stiker di dalam pintu depan. Jika dilakukan dengan baik, bisa menambah jarak tempuh sampai 3,3 persen dari 1 liter bensin. * Kurangi bawaan di dalam mobil. Setiap pengurangan bobot 45,3 kilogram menghemat konsumsi bensin 2 persen. * Jangan kebut-kebutan, kalau bisa berkendara dengan kecepatan di bawah 85 per jam (kpj). Pasalnya, setiap kecepatan naik 10 kpj di atas 100 kpj akan membutuhkan bensin tambahan yang berarti juga biaya tambahan. * Jangan menghidupkan mesin saat ketika berhenti.  Karena setiap 15 menit stasioner, mesin akan membakar sekitar 100 cc  bensin secara cuma-cuma. * Jangan berakselerasi dan mengerem secara  mendadak. Kalau cara ini dilakukan, bisa berhemat bensin sampai 33 persen di  jalan tol dan 5 persen di jalan perkotaan. * Matikan penyejuk udara (AC) bila udara di luar segar. * Gunakan  oli mesin yang direkomendasikan pabrik,  menghemat 1-2 persen. * Hindari jalan-jalan padat lalu lintas.

Memilih Kaca Film dan Perawatannya


Dengan banyaknya merek kaca film dipasarkan di Indonesia, menuntut konsumen harus menentukan pilihan. Tidak bisa dipungkiri, faktor harga sangat menentukan. Begitu juga dengan performa atau kinerja lapisan kaca tersebut.
Kendati demikian, menurut Christopher Sebastian,  Distributor Masterpiece Indonesia,  faktor utama yang harus dipertimbangkan memilih kaca film adalah keamanan dan bukan hanya penampilan. Pasalnya,  dari segi penampilan banyak kaca film yang menarik, namun keamanannya kurang.
Kedua adalah  tingkat kegelapan untuk kaca depan. “Jangan sampai berlebihan. Pemerintah hanya membolehkan, maksimal 40 persen. Kalau terlalu gelap plus  kualitas kaca kurang baik, justru akan membahaya pengemudi di malam dan saat hujan. Pandangan bisa tergganggu,” urai Chris.
Umur Pakai
Dijelaskan pula, usia kaca film maksimal 5-7 tahun dan sangat  tergantung pada kualitas produk. Jika sudah melewati masa tersebut, kemampuannya membendung panas matahari, sinar ultraviolet dan infra merah dipastikan sudah tidak efektif. Kalau sudah begini harus diganti!
Perawatan
Bagaimana merawat agar awet? Pertama, utamakan kebersihan kaca baik dari dalam atau di luar luar kabin. Untuk membesihkannya, gunakan lap basahdan setelah itu dilap lagi dengan kain kasa kering atau chamois.

Cegah "Recall", Toyota Didesak Ubah Struktur Manajemen

AMERIKA, KOMPAS.com - Recall yang mendera Toyota di Amerika pada 2009 dan 2010 membuat Toyota Motor Corp (TMC) melakukan pembenahan pada struktur manajeman dan jajaran dewan direksi Toyota Amerika. Pembenahan dilakukan setelah mendapat rekomendasi (saran) dari suatu panel. Tujuannya, untuk menjaga kualitas produk, tentu kaitannya dengan keselamatan konsumen.
Langkah pembenahan ini diambil mengingat Toyota sudah melakukan penarikan untuk perbaikan dalam dua tahun (2009 dan 2010) mencapai total 10 juta unit. Bisa dibayangkan, besarnya anggaran yang harus dikucurkan TMC di Jepang untuk perbaikan secara gratis. Belum lagi TMC harus membayar denda Rp420 miliar lebih (49 juta dollar AS) kepada pemerintah Amerika Serikat karena tidak mengambil langkah cepat terhadap permasalahan yang diketahui pada produknya.


Panel Independen
Seperti dilaporkan wall street journal,  hari ini (24/5), Toyota menyelenggarakan panel independen, kemarin (23/5) yang dipimpin oleh mantan sekretaris Transportasi Amerika Serikat Rodney Slater. Pesertanya dari berbagai kalangan, di antaranya dari universitas dan transportasi.
Hasilnya, Panel merekomendasi TMC harus memiliki beberapa orang asing di dewan direksi dan menunjuk seorang Chief Executive yang bertanggung jawab atas operasional Toyota di Amerika Utara. Panel juga menawarkan puluhan rekomendasi, seperti memperkerjakan manajer regional yang lebih kuat.
Trus, panel juga menawarkan rekomendasi bersifat umum agar perusahaan bekerja lebih maksimal dengan memecahkan struktur regional di Amerika Utara. Lalu, mempertimbangkan menunjuk seorang eksekutif kepala untuk pengoperasian di Amerika Utara dengan beban tanggung jawab atas semua fungsi organisasi regional.
Saat ini, Toyota di Amerika Utara terbagi menjadi tiga unit besar. Masing-masing terdiri dari divisi penjualan bermarkas di Torrance, California, lalu divisi Engineering di Ann Arbor, Michigan, dan terakhir Manufacturing di Georgetown, Kentucky. Lalu, seorang jabatan eksekutif tunggal tapi tidak mengawasi ketiga unit tersebut secara menyeluruh seperti dilakukan pesaingnya Nissan Motor Co dan Honda Motor Co.
"Jelas, sistem ini sedikit keliru. Dengan tidak mempunyai pemimpin tertinggi, baik di Amerika Serikat atau Amerika Utara, sangat sulit untuk mengidentifikasi masalah kualitas dan keselamatan serta mengambil tindakan," papar Roger Martin, anggota panel dan dekan dari University of Toronto's Rotman School of Management.
Mulai 1 April lalu, TMC menciptakan sebuah komite eksekutif terdiri dari bidang rekayasa, perakitan dan penjualan yang dipimpin oleh Yoshi Inaba, Presiden Toyota Motor Amerika Utara. Komite ini agak mirip fungsi manajemen entitas tunggal.
"Dengan langkah-langkah ini tercermin kami memberi otonomi yang lebih besar kepada Amerika Utara,"ujar orang nomor satu Toyota Toyota Akio Toyoda.
Toyota sendiri, sejak februari telah melakukan perbaikan manajemen global, di antaranya dengan pemangkasan jajaran direksi dari 27 menjadi tinggal 11. Lalu, memberikan otonomi yang lebih kepada para pemimpin daerah.

SIM-LEI, Mobil Listrik Berdaya Jelajah 333 km


TOKYO, KOMPAS.com - Produsen mobil listrik asal Jepang Sim-Drive memperkenalkan protitipe produk terbarunya SIM-LEI (akronim dari Leading Efficiency In-wheel motor) dan mengklaim diri sebagai yang paling irit di kelasnya. Dengan sekali isi baterai (charging) mobil ini bisa menjelajah sampai 333 km menurut tes JC08 Jepang.
SIM-LEI dilengkapi baterai Toshiba bertenaga 24,5 kWh, mirip yang dipakai pada Nissan Leaf. Tapi, konsumsi listrik mobil ini lebih efisien cuma 77 Wh per kilometer, sedangkan Leaf mencpai 173 Wh per km.
Untuk lebih menghemat konsumsi listrik, SIM-LEI menggunakan kerangka baja monocoque, ban berulir tipis dan desain aerodinamis tinggi seperti mobil drag race.
Mobil berpenumpang empat orang ini akan diperkenalkan ke pasar pada 2013 (tentatif). Selain Sim-Drive, total 34 perusahaan di Jepang tengah menggodok mobil listrik untuk bisa dijual secara massal termasuk di antaranya, Isuzu dan Mistubishi.

Hyundai Perkenalkan Edisi Terbatas Sedan Mewah Genesis Prada

SEOUL, KOMPAS.com - Untuk masuk ke kelas mewah, Hyundai  Motor Co. memperkenalkan model  premium atau eksklusif, yaitu sedan Genesis Prada. Khusus untuk model yang satu tidak akan menggunakan logo Hyundai.  Padahal Hyundai mendominasi pasar Korea Selatan dengan dua mobil yang terjual di negara itu  salah satunya  dipastikan Hyundai. Sebenarnya, selain Genesis, Hyundai juga memasarkan mobil mewah dengan nama Equus. Kedua model ini dijual tanpa menggunakan merek Hyundai.
Kendati kedua sedan ini sudah biasa bagi kebanyakan elit Korea Selatan, Hyundai berusaha membuat mobil makin berkelas. Karena itu pula, sedan ini hadir dengan dua merek, Genesis Prada. 


Menurut The Wall Street Journal edisi Korea, Hyundai menargerkan bisa menjual 1.200  unit sedan Genesis Prada di seluruh Korea Selatan dalam beberapa bulan mendatang. Selanjutnya, beberapa ratus unit akan diekspor ke Timur Tengah dan China.
Untuk harga diperkirakan 79 juta won atau sekitar Rp 613 jut,  20 persen lebih mahal dari  Genesis standar. Mobil mewah ini menggunakan mesin Tau 5.0 Gdi, V8 yang menghasilkan tenaga 460 PS.
Karena harganya lebih mahal, interior Genesis Prada dibuat lebih mewah dengan menggunakan kulit berkualitas lebih tinggi, yaitu “saffiano” Prada. Gril depan dan gagang pintu juga diberi lapisan krom gelap, mirip dengan gesper berlapis paladium pada tas tangan Prada.  Sedangkan tutup mesin dari plastik, diberi warna merah.   

Ide Bagus, Blackbox Mobil

INILAH.COM - Amerika Serikat - Sekarang tidak hanya pesawat terbang yang dipasangi blackbox. Mobil juga perlu.

Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas Amerika Serikat membuat National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), lembaga keamanan lalu lintas nasional negara itu, merasa perlu menerapkan alat semacam blackbox untuk merekam data.
Alat ini fungsi dan cara kerjanya sama seperti blackbox yang digunakan di pesawat terbang. Tujuan digunakannya alat ini adalah untuk merekam kecepatan mobil, data GPS, penggunaan sabuk pengaman, dan segala informasi yang terjadi di dalam mobil sebelum kecelakaan terjadi.
Selama 2010 saja ada 32.788 kecelakaan lalu lintas parah yang terjadi di Amerika Serikat. Data blackbox ini nantinya akan berguna untuk mengetahui penyebab kecelakaan, apakah karena kesalahan pengemudi, atau karena kerusakan mesin. Penyelidikan penyebab kecelakaan akan lebih mudah dilakukan.
Tapi di Amerika belum ada ketentuan mengenai siapa yang berhak mengakses data hasil rekaman blackbox tersebut. Karena ada risiko alat ini malah disalahgunakan, misalnya digunakan masyarakat umum untuk membuntuti seseorang atau menyelidiki kekasih yang selingkuh. [mor]

Siswa Siswi Jepang Paling Sopan di Dunia

Jepang bisa membanggakan disiplin siswa-siswi negara tersebut di sekolah. Perilaku siswa Jepang di kelas itu lebih baik atau terbaik dunia. Demikian hasil penelitian internasional.
Menurut hasil penelitian tersebut, murid-murid di Jepang menempati posisi tertinggi dalam peringkat perilaku baik. Laporan dari forum kerjasama ekonomi OECD mendapati jumlah gangguan di kelas pada tahun 2009 lebih sedikit jika dibandingkan angka hasil penelitian tahun 2000.
Siswa-siswi di Inggris berperilaku lebih baik jika dibandingan perilaku rata-rata siswa di negara lain. Namun, negara dan kawasan Asia mendominasi posisi teratas di daftar peringkat perilaku terbaik.
OECD menerbitkan analisis statistik perilaku yang dihimpun sebagai bagian dari penelitian internasional forum tersebut. Penelitian itu juga membandingkan kinerja sistem pendidikan.
Penelitian OECD mencermati tingkat gangguan yang terjadi di kelas dari segi berapa lama guru harus menunggu siswa usia 15 tahun ''menjadi tenang'' dalam proses belajar. Penelitian mendapati bahwa, meski banyak pihak merisaukan perilaku buruk, kemungkinan remaja gaduh dan berulah itu menurun jika dibandingkan dengan hasil analisis internasional serupa pada 2000.
''Keyakinan umum selama ini mempercayai disiplin siswa turun dari satu angkatan ke angkatan berikutnya. Keyakinan tersebut juga mempercayai bahwa para guru kehilangan kendali atas kelas mereka. Namun, keyakinan umum itu keliru,'' kata laporan OECD. ''Antara tahun 2000 dan 2009, disiplin di sekolah ternyata tidak memburuk. Bahkan, di banyak negara disiplin siswa justru meningkat.''
Negara-negara dan kawasan di Asia menempati tujuh dari 10 tempat teratas. Tiga tempat teratas ditempati oleh negara di Eropa timur.
Dua sistem persekolahan Cina (Shangai dan Hongkong) berada di posisi empat teratas. Ini mencerminkan munculnya Cina sebagai adidaya pendidikan yang tengah bangkit.
Dalam hasil pengukuran penelitian terhadap keterampilan baca-tulis yang diterbitkan bulan Desember, sistem persekolahan Shanghai menempati posisi teratas di dunia. Dalam penelitian perilaku ini, Inggris menempati posisi ke-28 dengan skor yang menempatkan perilaku siswa Inggris di atas rata-rata. Posisi Inggris di belakang Amerika Serikat dan Jerman, tapi di atas Prancis dan Italia.
Peringkat pendidikan internasional hasil penelitian OECD ini menempatkan negara-negara Skandinavia di posisi bawah. Finlandia, yang biasanya berada di peringkat teratas urutan sekolah dunia, berada di tiga posisi terbawah. Hanya Argentina dan Yunani yang disebut mengalami gangguan lebih banyak di dalam kelas.